• Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2018 perihal Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Tahapan, Program dan jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 Unduh

Puluhan Pelajar SMK Belajar Pemilu

6c9546d1 d256 4b79 8728 9c87ebb19a66

*Kunjungi Lapak Pinter Pemilu

BREBES – Puluhan pelajar SMK Karya Bhakti Brebes Jumat (8/11) mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes. Mereka belajar tentang Pemilu sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Didampingi guru Mapel PKn, Haryani, mereka berinteraksi langsung dengan komisioner KPU Kabupaten Brebes.

Menurut Haryani, salah satu materi pelajaran PKn adalah terkait demokrasi dan Pemilu. Dengan mendatangi KPU secara langsung, diharapkan siswa-siswinya dapat menyerap ilmu secara pasti dari penyelenggara pemilu. “Kita berterima kasih, disambut langsung oleh KPU. Sebenarnya sudah lama diagendakan, namun baru hari ini terlaksana,” katanya.

Selain mendapat materi dari komisiner yang ada, para pelajar itu juga melihat Lapak Pinter Pemilu, yang merupakan Rumah Pintar Pemilu yang ada di Kantor KPU Kabupaten Brebes. Di ruang Lapak Pinter Pemilu itu, para pelajar bisa melihat sejarah Pemilu, mulai dari Pemilu 1955, Pemilu Orde Baru dan Pemilu-Pemilu era reformasi, hingga Pemilu 2019 yang baru lalu.

Mereka sangat antusias menyimak pemaparan materi Pemilu disertai dengan permainan dan pemberian door prize dari KPU. “Asyik, belajar sambil bermain dan dapat hadiah pula,” kata Raiyan, salah satu pelajar Jurusan Perkantoran tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Brebes M Riza Pahlevi mengatakan, pendidikan politik yang dilakukan KPU, selain mengunjung sekolah-sekolah, juga mengundang mereka secara langsung ke kantor KPU untuk belajar Pemilu. “Sebelumnya kita berkunjung ke sejumlah sekolah di Brebes. Sekarang giliran mereka kita undang untuk belajar langsung di kantor KPU” tandasnya.

Dengan kunjungan pelajar tersebut, selain belajar tentang Pemilu, mereka juga mendapat pengalaman dari para penyelenggara Pemilu. Sebagian dari mereka, ternyata ada yang berminat menjadi penyelenggara Pemilu, ada pula yang tidak berminat. “Ternyata tanggung jawab penyelenggara Pemilu cukup berat yah,” kata Rina, pelajar lainnya. (*)